Tampilkan postingan dengan label Mind-blowing fact. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mind-blowing fact. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 November 2012

Bagaimana Cara Memasukkan 'Lead' ke dalam Pensil?


coloured pencil
Pas liat pensil, readers pasti pernah berpikir gimana ya caranya masukin si item-item ke kayu-nya pensil? apa jangan-jangan si pengrajin pensil sengaja ngebolongin kayu terus masukin si item-item *from now on let's called item-item Lead* Yah walaupun pada awalnya demikian, tetapi metode tersebut sudah gak dipakai para pengrajin pensil. Terus gimana dong? let's keep reading

Pertama, perlu kita luruskan terlebih dahulu si Lead ini, dia itu itu sebenarnya adalah grafit campur clay, pada tau kan clay apaan? itu tuh yang buat mainan anak kecil sebut saja namanya malem, yang dicampur jadi satu dipress dengan temperatur tinggi kemudian dicetak menjadi batangan yang tipis. Pensil generasi pertama *eaaa* hanyalah sepotong grafit yang digunakan oleh tukang kayu dan pengrajin untuk menandai tanpa merusak bahan. Kemudian berkembang dilapisi dengan kulit domba diikuti dengan dibungkus benang yang menjadi tonggak *halah* pensil batangan.

Perkembangan desain selanjutnya adalah melubangi kayu cemara *dalam bentuk stik tentunya* dan menempelkan si grafit, ide ini digadang oleh orang-orang italia. Nah, orang inggris mengadaptasi cara tersebut dengan menyederhanakan metodenya. Instead of melubangi kayu cemara, mereka memotong kayu, memasukkan grafit kemudian memutus aka memotong-motong lagi then glued a small slat of wood on top, encasing the graphite. 

pencil manufactured
Dewasa ini, pensil diproduksi secara massal dari balok cemara yang dipotong menjadi berbagi alur potongan. Nah, si mesin ngebentuk kayunya jadi segi 8. terus dibagi jadi 2, tengahnya dikasi kontur setengah dari ketebalan grafit. Kalo udah, masukin si grafit, abis itu, bagian yang satunya, yang tadi dibagi jadi dua, disambungin, ditutupin diatasnya grafit, terus dilem, kalo lemnya uda kering, pensil dipotong-potong sesuai panjang yang ditentukan. Lapisan sambungannya diampelas kemudian dicat untuk memberikan tekstur solid, pinterkan?

Menurut Musgrave Pencil Co. Inc, lebih dari 14 milyar pensil diproduksi setiap tahun *Skala dunia*. Pensil yang diproduksi memiliki keragaman gaya dan ketebalan. Jika readers sadar nih, pensil itu punya tingkat kegelapan yang berbeda-beda, mulai 9H - H - F - HB - B - 7B. 9H jauh lebih terang daripada H, sementara 7B jauh lebih gelap daripada B, H ke B? readers pasti tau kan kan mana yang lebig terang mana yang lebih gelap. Semakin besar nilai H, dia semakin keras aka Hard, kalo makin keras berarti campuran grafit-clay kurang, makanya terang kalo di paper. Kalo dia semakin B aka Bold, dia makin cereng karena makin soft.

cr: How Stuff Work

Cangkang dan Isi Telur, Yang Mana yang Lebih Dahulu?


Pertanyaan yang sering dilontarkan adalah ayam dulu atau telur dulu. Coba sekarang jika ada pertanyaan Mana yang lebih dulu, cangkang telur kemudian diisi putih dan kuning telur atau putih dan kuning telur kemudian dilapisi cangkang?

Alam merupakan karya yang luar biasa *subhanallah*, putih dan kuning telur yang berbentuk liquid didesain berada pada wadah yang sempurna, mulus dan kuat.

Ternyata readers, si ayam nggak ikut campur tangan dalam proses pembentukan cangkang ayam, si telur lah yang 'menumbuhkan' cangkang disekelilingnya *wow*. Proses ini juga terjadi pada tulang dan kerang.

 Di sekeliling telur terdapat apa yang disebut dengan membrane.Nah, ruang kecil yang tersebar merata pada membrane merupakan titik dimana ruang calcite (semacam calcium carbonate) terbentuk. Ruang calcite ini bersatu dan membentuk cangkang. Calcite itu pada dasarnya mengambang disekitar cangkang, dan menumpuk pada cangkang kemudian mengkristal. Si telur lah yang 'menumbuhkan' cangkangnya sendiri >0<


cr: How Stuff Work
Senin, 26 November 2012

What is deja vu?


Sering mendengar kata deja vu? apa itu deja vu? deja vu berasal dari bahasa Perancis yang berarti 'pernah melihat'. Readers pasti pernah mengalami perasaan yang merasa sangat familiar pada suatu kondisi yang mestinya tidak familiar sama sekali, get what I mean?. Begini, misal kita hang out bareng temen-temen lama, katakanlah makan, kemudian kita sampai pada topik tentang pernikahan, syndrome umur 20-an, dan tiba-tiba 'ttakk' readers ngerasa pernah ngalamin itu, teman-teman yang sama, topik yang sama, tempat yang sama, dan lagi makan juga.

Fenomena ini memang sulit dijelaskan, ada banyak teori mengenai mengapa deja vu itu terjadi. Disebutkan dalam sebuah penelitian bahwa 70% dari populasi pernah mengalami apa yang disebut sebagai deja vu. Deja vu paling sering dialami oleh orang-orang pada rentang umur 15 hingga 25 tahun.

Karena deja vu tejadi dengan dan tanpa kondisi medis seperti epilepsi, muncul banyak spekulasi mengenai bagaimana dan mengapa deja vu terjadi. Beberapa psychoanalyst menghubungkan deja vu dengan khayalan sederhana dan pemenuhan keinginan, sementara beberapa psychiatrist menganggap deja vu berasal dari mismatching pada otak yang menyebabkan otak mengalami kesalahan mengenali masa sekarang dengan masa lalu. Banyak parapsychologist percaya bahwa deja vu berhubungan dengan pengalaman kehidupan yang terdahulu. Hmm, there are some theories that more investigation need to be done.

Cr: How Stuff Work?

Mengenai Saya

Foto saya
Pieces of me, Little girl with tiny steps

Pengikut

Enter Keyword

Page Viewed